NKRI harga mati......indonesia merah darahku putih tulangku bersatu dalam semangat MERAH PUTIH, biarpun bumi bergoncang engkau tetap indonesiaku.......jayalah NKRI

perang dunia


Perang Dingin (1947-1991) adalah sebuah "perang" di mana pasukan kedua musuh utamanya sebenarnya tidak pernah saling bertarung. Istilah "Dingin" digunakan untuk menjelaskan hubungan antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) selama masa 45 tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir, yang akhirnya tidak terjadi.

Perang Dingin berkaitan dengan banyak perang lokal lainnya seperti Perang Korea, invasi Soviet terhadap Hungaria dan Cekoslovakia dan Perang Vietnam. Hasil dari Perang Dingin termasuk (dari beberapa sudut pandang) kediktatoran di Yunani dan Amerika Selatan. Krisis Rudal Kuba juga adalah akibat dari Perang Dingin dan Krisis Timur Tengah juga telah menjadi lebih kompleks akibat Perang Dingin. salah satu dampak perang dingin dengan negara jerman adalah terbaginya jerman menjadi dua bagian yaitu jerman barat dan timur(tembok berlin)

Perang Vietnam, juga disebut Perang Indochina Kedua, adalah sebuah perang yang terjadi antara 1957 dan 1975 di Vietnam. Perang ini merupakan bagian dari Perang Dingin.

Dua kubu yang saling berperang adalah Republik Vietnam (Vietnam Selatan) dan Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara). Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Australia, Selandia Baru dan Filipina bersekutu dengan Vietnam Selatan, sedangkan USSR dan Tiongkok mendukung Vietnam Utara yang merupakan komunis.

Jumlah korban yang meninggal diperkirakan adalah 280.000 di pihak Selatan dan 1.000.000 di pihak Utara.

Perang ini mengakibatkan eksodus besar-besaran warga Vietnam ke negara lain, terutamanya Amerika Serikat, Australia dan negara-negara Barat lainnya, sehingga di negara-negara tersebut bisa ditemukan komunitas Vietnam yang cukup besar.

Setalah berakhirnya perang ini, kedua Vietnam tersebut pun bersatu pada tahun 1976.

Perang Korea dari 25 Juni 1950 sampai 27 Juli 1953, adalah sebuah konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan. Perang ini juga disebut "perang yang dimandatkan" (bahasa Inggris proxy war) antara Amerika Serikat dan sekutu PBB-nya dan komunis Republik Rakyat Tiongkok dan Uni Soviet (juga anggota PBB). Peserta perang utama adalah Korea Utara dan Korea Selatan. Sekutu utama Korea Selatan termasuk Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Britania Raya, meskipun banyak negara lain mengirimkan tentara di bawah bendera PBB.

Sekutu Korea Utara termasuk Republik Rakyat Tiongkok, yang menyediakan kekuatan militer, dan Uni Soviet yang menyediakan penasehat perang dan pilot pesawat, dan juga persenjataan, untuk pasukan China dan Korea Utara. Di Amerika Serikat konflik ini diistilahkan sebagai aksi polisi (Konflik Korea) di bawah bendera PBB dari pada sebuah perang, dikarenakan untuk menghilangkan keperluan Kongres mengumumkan perang.

Republik Rakyat Tiongkok baru terlibat secara langsung dalam perang ini pada bulan Oktober 1950. Ini terutama dikarenakan pemerintah Beijing kuatir bahwa pasukan Amerika Serikat akan mempergunakan kesempatan menduduki Korea Utara untuk kemudian menyerang provinsi-provinsi di timur laut Tiongkok. Di samping itu, faktor lainnya adalah dukungan Stalin kepada RRT untuk terlibat dalam perang Korea ini.

Perang ini berakhir pada 27 Juli 1953 saat Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok, dan Korea Utara menandatangani persetujuan gencatan senjata. Presiden Korea Selatan, Seungman Rhee, menolak menandatanganinya namun berjanji menghormati kesepakatan gencatan senjata tersebut. Namun secara resmi, perang ini belum berakhir sampai dengan saat ini.

Perang Soviet-Afganistan merupakan masa sembilan tahun dimana Uni Soviet berusaha mempertahankan pemerintahan Marxis Afganistan, yaitu Partai Demokrasi Rakyat Afganistan, menghadapi mujahidin Afganistan yang ingin menggulingkan pemerintahan. Uni Soviet mendukung pemerintahan Afganistan, sementara para mujahidin mendapat dukungan dari banyak negara, antara lain Amerika Serikat dan Pakistan.

Pasukan Soviet pertama kali sampai di Afganistan pada 25 Desember 1979, dan penarikan pasukan terakhir terjadi pada 2 Februari 1989. Uni Soviet lalu mengumumkan bahwa semua pasukan mereka sudah ditarik dari Afganistan pada tanggal 15 Februari 1989.

Revolusi Hongaria 1956 adalah suatu pemberontakan dalam lingkup nasional yang terjadi secara spontan terhadap pemerintah komunis Hongaria yang didukung Uni Soviet, yang berlangsung antara 23 Oktober sampai 10 November 1956. Peristiwa ini diawali dengan suatu demonstrasi pelajar yang berhasil menarik ribuan massa sewaktu berbaris melalui pusat kota Budapest menuju Gedung Parlemen Hongaria. Seorang utusan pelajar ditangkap ketika mencoba memasuki gedung Radio Hongaria untuk menyiarkan tuntutan mereka. Sewaktu para demonstran menuntut untuk melepaskan tawanan itu, mereka malah ditembaki oleh Otoritas Perlindungan Negara (Bahasa Hongaria: Államvédelmi Hatóság atau ÁVH). Berita ini menyebar luas dan menyebabkan meletusnya kekacauan serta kekerasan di seluruh wilayah ibu kota.

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (bahasa Inggris: North Atlantic Treaty Organisation/NATO) adalah sebuah organisasi internasional untuk keamanan bersama yang didirikan pada tahun 1949, sebagai bentuk dukungan terhadap Persetujuan Atlantik Utara yang ditanda tangani di Washington, DC pada 4 April 1949. Nama resminya yang lain adalah dalam bahasa Perancis: l'Organisation du Traité de l'Atlantique Nord (OTAN).

Pasal utama persetujuan tersebut adalah Pasal V, yang berisi:

Para anggota setuju bahwa sebuah serangan bersenjata terhadap salah satu atau lebih dari mereka di Eropa maupun di Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota. Selanjutnya mereka setuju bahwa, jika serangan bersenjata seperti itu terjadi, setiap anggota, dalam menggunakan hak untuk mepertahankan diri secara pribadi maupun bersama-sama seperti yang tertuang dalam Pasal ke-51 dari Piagam PBB, akan membantu anggota yang diserang jika penggunaan kekuatan semacam itu, baik sendiri maupun bersama-sama, dirasakan perlu, termasuk penggunaan pasukan bersenjata, untuk mengembalikan dan menjaga keamanan wilayah Atlantik Utara.

Pasal ini diberlakukan agar jika sebuah anggota Pakta Warsawa melancarkan serangan terhadap para sekutu Eropa dari PBB, hal tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota (termasuk Amerika Serikat sendiri), yang mempunyai kekuatan militer terbesar dalam persekutuan tersebut dan dengan itu dapat memberikan aksi pembalasan yang paling besar. Tetapi kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan dari Eropa Barat ternyata tidak menjadi kenyataan. Pasal tersebut baru mulai digunakan untuk pertama kalinya dalam sejarah pada 12 September 2001, sebagai tindak balas terhadap serangan teroris 11 September 2001 terhadap AS yang terjadi sehari sebelumnya.

Pakta Warsawa adalah sebuah aliansi militer negara-negara Blok Timur di Eropa Timur, yang bertujuan mengorganisasikan diri terhadap kemungkinan ancaman dari aliansi NATO (yang dibentuk pada 1949). Pembentukan Pakta Warsawa dipicu oleh integrasi Jerman Barat ke dalam NATO melalui ratifikasi Persetujuan Paris. Pakta Warsawa dirancang oleh Nikita Khrushchev pada tahun 1955 dan ditanda tangani di Warsawa pada 14 Mei 1955.

Pakta ini berakhir pada 31 Maret 1991, dan diakhiri secara resmi dalam sebuah pertemuan di Praha pada 1 Juli 1991.

Gerakan Non-Blok (GNB) (bahasa Inggris: Non-Aligned Movement/NAM) adalah suatu organisasi internasional yang terdiri dari lebih dari 100 negara-negara yang tidak menganggap dirinya beraliansi dengan atau terhadap blok kekuatan besar apapun. Mereka merepresentasikan 55 persen penduduk dunia dan hampir 2/3 keangotaan PBB. Negara-negara yang telah menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi (KTT) Non-Blok termasuk Yugoslavia, Mesir, Zambia, Aljazair, Sri Lanka, Kuba, India, Zimbabwe, Indonesia, Kolombia, Afrika Selatan dan Malaysia.

GNB dibentuk pada tahun 1961 oleh Joseph Broz Tito presiden Yugoslavia, Soekarno presiden Indonesia, Gamal Abdul Nasser presiden Mesir, Pandit Jawaharlal Nehru perdana menteri India dan membawa negara-negara dunia yang tidak ingin beraliansi dengan negara-negara adidaya peserta Perang Dingin bersama. Anggota-anggota penting termasuk India, Mesir, dan untuk suatu masa, Republik Rakyat Tiongkok. Brasil tidak pernah menjadi anggota resmi gerakan tersebut. Meskipun organisasi ini dimaksudkan untuk menjadi aliansi yang dekat seperti NATO atau Pakta Warsawa, negara-negara anggotanya tidak pernah mempunayi kedekatan yang diingikan dan banyak anggotanya yang akhirnya diajak beraliansi salah satu negara-negara adidaya tersebut. Misalnya, Kuba mempunyai hubungan yang dekat dengan Uni Soviet pada masa Perang Dingin.

Pertemuan pertama GNB terjadi di Beograd pada September 1961 dan dihadiri oleh 25 anggota, masing-masing 11 dari Asia dan Afrika bersama dengan Yugoslavia, Kuba dan Siprus. Kelompok ini mendedikasikan dirinya untuk melawan kolonialisme, imperialisme dan neo-kolonialisme.

Pertemuan berikutnya diadakan di Kairo pada 1964. Pertemuan tersebut dihadiri 56 negara anggota di mana anggota-anggota barunya datang dari negara-negara merdeka baru di Afrika. Kebanyakan dari pertemuan itu digunakan untuk mendiskusikan konflik Arab-Israel dan Perang India-Pakistan.

Pertemuan pada tahun 1969 di Lusaka dihadiri oleh 54 negara dan merupakan salah satu yang paling penting dengan gerakan tersebut membentuk sebuah organisasi permanen untuk menciptakan hubungan ekonomi dan politik. Kenneth Kauda memainkan peranan yang penting dalam even-even tersebut.

Pertemuan paling baru (ke-13) diadakan di Malaysia dari 20-25 Februari 2003. Namun, GNB kini tampak semakin tidak mempunyai relevansi sejak berakhirnya Perang Dingin.


tips untuk diingat


  1. Nomor Darurat, Nomor darurat untuk telepon genggam adalah 112. Jika anda sedang di daerah yang tidak menerima sinyal HP dan perlu memanggil pertolongan, silahkan tekan 112, dan HP akan mencari network yang ada untuk menyambungkan nomor darurat bagi anda, dan yang menarik, nomor 112 dapat ditekan biarpun keypad dilock. Cobalah..
  2. Kunci Mobil ada ketinggalan di dalam mobil? Anda memakai kunci remote? Kalau kunci anda ketinggalan dalam mobil dan remote cadangannya di rumah, tinggal telpon orang rumah dengan HP, lalu dekatkan HP anda kurang lebih 30cm dari mobil, dan minta orang rumah untuk menekan tombol pembuka pada remote cadangan yang ada dirumah (waktu menekan tombol pembuka remote, minta orang rumah mendekatkan remotenya ke telepon yang dipakainya)
  3. Baterai Cadangan tersembunyi, Kalau baterai anda hampir habis, padahal anda sedang menunggu telpon penting, dan telpon anda dibuat oleh NOKIA, silahkan tekan *3370#, maka telpon anda otomatis restart dan baterai akan bertambah 50%. Baterai cadangan ini akan terisi waktu anda mencharge HP anda.
  4. Jika anda sedang terancam jiwanya karena dirampok/ditodong seseorang untuk mengeluarkan uang dari atm, maka anda bisa minta pertolongan diam2 dengan memberikan nomor pin secara terbalik ,misal no asli pin anda 1254 input 4521 di atm maka mesin akan mengeluarkan uang anda juga tanda bahaya ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri tsb.Fasilitas ini tersedia di seluruh atm tapi hanya sedikit orang yang tahu tolong kasih tahu info kepada yang lain.


bahaya intelijen asing


Gerakan Mossad di Indonesia secara umum memang ditargetkan untuk memperoleh pengakuan atau pembukaan hubungan diplomatik. Meski Indonesia bukan negara Islam, tetapi pengakuan keberadaan Israel sangatlah penting dan strategis. Keberadaan shadow Embassy Israel di Singapura misalnya bukanlah hal baru. Hal ini telah disampaikan kepada pemerintahan Suharto sejak awal tahun 1990an. Namun hal itu tidak dianggap sebagai ancaman oleh sejumlah petinggi militer. Bahkan hubungan baik sejumlah tokoh Koppasus yang melakukan pembelian unit-unit senjata serbu untuk kepentingan pembentukan Pasukan Elit semakin membuka peluang masuknya pengaruh intelijen Israel ke dalam tubuh negara Indonesia. Pada awal tahun 2000an seiring dengan terpilihan Gus Dur sebagai Presiden, Shadow Embassy Israel sudah sangat siap, dalam waktu singkat siap diaktifkan.
Lebih jauh Cah Bodho mengungkapkan tentang network Mossad yang bekerja di negara Indonesia. Meski tidak terlalu lengkap, namun sejumlah dugaan Cah Bodho patut diacungi jempol.
Mohon maaf, bila sekali lagi saya menulis sebuah tulisan yang dangkal dengan selalu mengambang dalam soal who, what apalagi why. Saya tidak akan menyangkal tuduhan sejumlah pembaca Blog I-I tentang kedangkalan tulisan saya dalam Blog I-I. Tetapi apalah daya saya. Hanya sebuah keprihatinan yang terpaksa saya bungkus dengan kata-kata yang sedikit mengaburkan dan membuat dangkal analisa saya sendiri.
Kembali pada cerita Cah Bodho tentang bagaimana pembinaan Mossad dalam merekrut orang-orang Indonesia lengkap dengan sistem transfer pembayarannya. Saya ingin memberikan warning kepada segenap Instansi Intelijen di Republik Indonesia bahwa infiltrasi Mossad begitu dahsyat ke dalam Republik Indonesia.
Saya tidak sudah tidak begitu paham sejauh mana infiltrasi Mossad ke dalam instansi pemerintah khususnya intelijen, polisi dan militer. Tetapi sepengetahuan saya, hubungan ketiga instansi tersebut dengan Israel via company, agen, ataupun individu asal Israel sangatlah rawan.
Cah Bodho dengan sangat berani menceritakan sedikit tentang operasi Mossad ke dalam masyarakat Indonesia. Entah sudah berapa banyak orang Indonesia yang menjadi penghianat Republik Indonesia. Saya tentunya berkewajiban menjaga identitas Cah Bodho meski saya punya teknologi untuk menelusurinya.
Hahaha...tentu saja Israel/Mossad juga punya teknologi menelusuri Blog I-I dan mencari tahu siapa Senopati Wirang. Saya sudah tidak peduli lagi tentang resiko menulis dalam Blog I-I. Tentunya saya tetap mengutamakan kepentingan nasional dengan tidak gegabah menulis tentang perkembangan terkini dunia keamanan di Indonesia. Mohon maaf kepada para pembaca yang misalnya kecewa dengan tulisan tentang pembunuhan Munir. Tentu saya tidak akan menuliskan kepahlawanan Bung Polycarpus ataupun kepahlawanan Munir dengan gamblang. Meski Editorial The New York Times poisoned justice mengungkapkan tentang racun dalam tubuh peradilan Indonesia, saya melihat bahwa ketiadaan bukti keras (hard evidence) adalah merupakan kesulitan terbesar. Oleh karena itu, SBY tidak usah janji muluk-muluk, karena hal ini akan menjadi senjata untuk menghancurkan kredibilitas pemerintah Indonesia, khususnya di bidang penegakkan hukum dan HAM. Saya pribadi tentu saja lebih baik untuk no comment lebih lanjut tentang apa sesungguhnya yang terjadi.Kembali pada soal Mossad, kesombongan kalangan intelijen, kepolisian dan militer dalam meremehkan hubungan dengan Israel bisa ditandai dengan masih adanya kontrak-kontrak dengan perusahaan asal Israel. Cah Bodho mungkin paham tentang sepak terjang networking Mossad di masyarakat Indonesia. Mungkin juga tahu tentang bagaimana Mossad menyeret kalangan Islam Indonesia dalam sebuah dunia kelam radikalisme seperti juga pernah terjadi dalam sejarah, yaitu pada masa Khalifah Ali. Andai umat Muslim Indonesia mengerti tentang bahaya infiltrasi Mossad dalam tubuh gerakan keagamaan politik yang senantiasa bernuansa adu domba, maka tidak akan terjadi gerakan-gerakan radikal yang menggunakan kekerasan.